Kepada Matahari,
Yang aku mau hanya lagit biru, angin yang mendayu-dayu, hangat matahari dan suara kicauan burung gereja yang menunggu senja datang menjemputmu suatu hari nanti
Di suatu hari aku dan kamu bersatu dalam satu dunia
Yang ada hanya kau dan aku, serta secarik kertas untuk kita tulis bersama tentang indahnya bumi ini
Sabtu, 24 Desember 2011
Sebuah Akhir
Ini hari akhir
Hari dimana semua akan lenyap bersama api dan darah
Ini hari akhir
Hari dimana kau dan aku akan bertemu lagi di ujung langit tak berujung
Bersiaplah
Seluruh isi bumi akan lenyap termasuk kau dan aku
Bersiaplah
Karena mungkin Megido akan menjadi tempat terakhir kau dan aku
Bersiaplah
Entah kau atau aku akan ikut dalam perang ini
Perang akhir zaman
Hari dimana semua akan lenyap bersama api dan darah
Ini hari akhir
Hari dimana kau dan aku akan bertemu lagi di ujung langit tak berujung
Bersiaplah
Seluruh isi bumi akan lenyap termasuk kau dan aku
Bersiaplah
Karena mungkin Megido akan menjadi tempat terakhir kau dan aku
Bersiaplah
Entah kau atau aku akan ikut dalam perang ini
Perang akhir zaman
Bumi
Gemuruh angin kencang kini membentuk pusaran
Berputar-putar tanpa arah
Ketika bulan membayangi pusarannya semakin besar dan kuat
Bulan pun enggan pergi, kian menyelimuti
Malam yang panjang untuk dijalani, sangat dalam dan dingin rasanya
Matahari terlalu malu untuk terbit dan kami pun terus berceloteh tentang datangnya hari akhir, akhir dari angin kencang ini
kami merindukanmu wahai hangat Matahari
Ya, sangat rindu
Berputar-putar tanpa arah
Ketika bulan membayangi pusarannya semakin besar dan kuat
Bulan pun enggan pergi, kian menyelimuti
Malam yang panjang untuk dijalani, sangat dalam dan dingin rasanya
Matahari terlalu malu untuk terbit dan kami pun terus berceloteh tentang datangnya hari akhir, akhir dari angin kencang ini
kami merindukanmu wahai hangat Matahari
Ya, sangat rindu
Sabtu, 30 April 2011
Aku
Aku akan menjadi kamu
Menjadi penjaga malam, mengelilingi langit luas
Aku akan menjadi matamu, mengitari lautan panjang menyelami jalan tak berujung
Aku akan menjadi takdir, membawa nasib yang kau tentukan
Aku akan menjadi palu api yang kau ketuk kelak
Aku akan menjadi kau, menetukan arah setiap manusia kemana mereka harus bersandar
Bersandar kepada ku
Karena kau adalah aku, begitu pun sebaliknya
Menjadi penjaga malam, mengelilingi langit luas
Aku akan menjadi matamu, mengitari lautan panjang menyelami jalan tak berujung
Aku akan menjadi takdir, membawa nasib yang kau tentukan
Aku akan menjadi palu api yang kau ketuk kelak
Aku akan menjadi kau, menetukan arah setiap manusia kemana mereka harus bersandar
Bersandar kepada ku
Karena kau adalah aku, begitu pun sebaliknya
Rabu, 20 April 2011
Time
You are world illusion
Haunted and shadowed our life
I never met you, never
But fear always keep watch over
Oh Sun meet me with them
Leave us like you leave me at night
Guide me to the shade of time
I'll carry on the time
Leave us from your shining light
And forget us, Sun
Haunted and shadowed our life
I never met you, never
But fear always keep watch over
Oh Sun meet me with them
Leave us like you leave me at night
Guide me to the shade of time
I'll carry on the time
Leave us from your shining light
And forget us, Sun
Senin, 24 Januari 2011
Soe Hok Gie (1942-1969)
Akhirnya semua akan tiba suatu hari yang biasa,
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Apakah kau masih selembut dahulu,
memintaku minum susu dan tidur yang lelap,
sambil membenarkan letak leher kemejaku.
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih,
lembah mandalawangi..
kau dan aku tegak berdiri,
melihat hutan-hutan yang menjadi suram,
meresapi belaian angin yang menjadi dingin..
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu..
Ketika ku dekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat..
Apakah kau masih akan berkata..
Kudengar detak jantungmu..
Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta..
Langganan:
Postingan (Atom)
